ARTIKEL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KESIAPAN
INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DAERAH DALAM MENGHADAPI DUNIA BISNIS DI ERA
DIGITAL
Oleh
LESTARI
ETIKA SUCI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI MATARAM
ABSTRAK
Pada era digital ini, kehidupan manusia diwarnai dengan
berbagai kemudahan. Hal ini terlihat sulit bahkan mungkin mustahil dilakukan
pada masa sebelumnya, sekarang bahkan bukan hal yang sukar lagi. Kemudahan-kemudahan
yang ada berkat teknologi digital ini telah memengaruhi perilaku manusia.
Manusia akan sangat terlihat sibuk dengan smartphonenya karena hampir semua
urusan kehidupannya dibantu dengan gadget (sindonews.com). Kesiapan
dalam menerima suatu perubahan tidak bisa kita ukur dengan melihat mental
masyarakatnya karena secara tidak langsung kita telah larut dalam kecanggihan
teknologi yang ada saat ini. Dan pada zaman yang serba digital ini, setiap
kegiatan selalu mengandalkan google untuk menemukan jawaban dari pertanyaan dan
mempermudah dalam segala urusan.
Kata kunci: Google, canggih,
perubahan
PENDAHULUAN
Saat ini, penggunaan teknologi dikalangkan
masyarakat sudah merajalela, bahkan dalam melakukan kegiatan bisnis atau
sejenisnya, masyarakat sudah memafaatkan teknlogi digital dengan baik . Apalagi
sekarang ini, kita telah masuk pada era globalisasi 4.0 yang dimana segala
aktifitas dilakukan oleh teknologi, bahkan sekarang buku telah tergantingan
oleh artikel-arikel yang ada dalam sebuah benda yang berbentuk minimalis tetapi
memiliki banyak fungsi yaitu gadget. Berbisnis pun sekarang sudah tidak perlu
memikirkan tempat atau lokasi, cukup dengan download suatu aplikasi market
place yaitu misal bukalapak, shopee, toko pedia atau sejneisnya, maka kita
sudah bisa melakukan kegiatan bisnis.
Dengan adanya teknologi digital ini , seseorang
dapat menciptakan banyak peluang tanpa harus mengorbankan banyak biaya yaitu
seperti contoh membentuk perusahaan startup (perusahaan rintisan), yaitu suatu
perusahaan yang baru berdiri dan sedang berada pada fase pengembangan dan penelitian untuk menempatkan diri pada pasar.
Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan yang
bergerak dalam bidang teknologi dan informasi, alasannya karena ia dikenal
secara internasioal pada masa bubble dot-com, yang pada saat itu juga
bertepatan dengan banyak dibentuknya perusahaan dot-com (financial.com). Perusahaan
startup ini memanfaatkan teknologi dengan baik, salah satu bentuknya adalah melakukan
penjualan dengan sistem online atau mempromosikan produknya dengan online. Ini
dapat berdampak pada keefesienan dalam bekerja sehingga perusahaan dapat lebih
banyak memproduksi suatu barang atau jasa yang ingin dikembangkan, bahkan
perusahaan dapat memangkas pembiayaan yang biasanya dilakukan oleh perusahaan
ketika bekerja secara manual.
Perusahaan startup juga melakukan pembangunan
teknologi untuk dapat melakukan penjualanya atau melakuakan kerjasama dengan
pihak luar atau siapapun yang ingin diajak bekerjasama. Sistemnya bisa melalui
e-commerce.
Infrastruktur teknologi dalam bisnis untuk
perusahaan starup bisa melalui itu karena dengan hal tersebut dapat melakukan
kerjasama melalui B2B, C2C ataupun B2C. sehingga dapat memudahkan dalam bekerja
dan tidak perlu melakukan kegiatan seperti pergi kerumah orang untuk
memperkenalkan produknya atau membuka lapak untuk menjual sutau barang atau
jasa yang diproduksi. Keuntungan bagi pembeli yaitu tidak akan mengalami
kesulitan dalam membayar karena sistemnya bisa dengan online.
Bisa juga dengan membuat aplikasi atau sejenisnya
yang dapat mengahsilkan uang dan bisa di gunakan untuk berbisnis. Ketika
memperoleh suatu informasi dan data maka kita akan membentuknya untuk bisa
digunakan sebagai alat untuk memperoleh data atau mengelola data tersebut serta
kita dapat melakukan penyimanan data pada perangkat tersebut, ini juga di bawah
naungan dari perangkat lunak.
Tapi kendalanya sekarang adalah kemampuan daerah-daerah,
mengadapi dunia bisnis di era digital ini?
PEMBAHASAN
Infrastruktur
teknologi informasi adalah sumber daya teknologi yang digunakan bersama yang
menjadi platform bagi aplikasi sistem informasi tertentu di dalam perusahaan.
Infrastruktur teknologi informasi mencakup perangkat keras, perangkat lunak,
dan layanan yang digunakan bersama di dalam perusahaan. Jika dikaitkan dalam
lingkup kedaerahan informasi tekonologi masih menjadi kisah baru dalam
lingkungan masyarakat, apalagi sekarang jika dalam berbisnis dengan teknologi
digital, mereka hanya dapat memanfaatkan teknologi dari segi social medianya, karena
pemerintah dinilai
masih belum menyiapkan SDM-nya dalam transformasi digital ini.
Paradigma
digital yang ada dalam masyarakat belum terbangun. Sebagian besar masih
menggunakan internet untuk media sosial, belum didominasi dengan pemahaman yang
lebih maju bahwa dunia digital bisa dioptimalkan lebih maksimal, tidak saja
untuk berkomunikasi dalam kapasitas pergaulan dan persahabatan, tapi juga bisa
untuk sharing knowledge, aktualisasi diri, hingga motif bisnis dan ekonomi. Untuk
itu, Pemerintah sedang Membangun infrastruktur
untuk memperluas daya jangkau serta penetrasi internet yang bernama “proyek
Palapa Ring”, yaitu proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan
serat optik sepanjang 36.000 kilometer yang menjangkau tiga bagian wilayah di
seluruh Indonesia, yaitu barat, tengah, dan timur (sindonews.com).
Menurut
data yang ditemukan, Kaprodi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unpad Sulaiman Rahman
Nidar berkata” Alvin Toffler yang merupakan seorang futurolog pernah melakukan
penelitian, ia membuat suatu gelombang pembagi ekonomi yang terbagi menjadi empat bagian. Pertama, yaitu gelombang
ekonomi pertanian, diikuti gelombang ekonomi industri, gelombang ekonomi
informasi, dan keempat yang merupakan gelombang ekonomi kreatif dengan
berorientasi kepada ide dan gagasan kreatif,". Menurutnya gelombang keempat itulah yang kemudian berkembang melalui fintech. Saat
ini, fintech telah digunakan oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan LKM
(Lembaga Keuangan Mikro).
Berdasarkan
Analisis Transaksi Pembayaran menggunakan Fintech Pada UMKM di Indonesia,
faktor yang mendukung pelaku UMKM menggunakan Fintech adalah kenyamanan,
keamanan, kesesuaian transaksi, kemudahan pencatatan, serta peningkatan
penjualan. Sedangkan faktor penghambat pada penggunaan layanan ini adalah
implementasi teknologi, biaya, serta kesiapan infrastruktur. “Saat ini,
tantangan dan peluang yang kita hadapi ke depan adalah skala ekonomi, daya
saing, literasi teknologi, tingkat pendidikan, dan kuantitas UMKM serta
LKM," kata Sulaiman (Indopos.co.id ).
Ini
menujukkan bahwa era digital ini, sudah banyak mempengaruhi kehidupan
masyarakat baik dari segi social maupun kerja untuk memperoleh suatu pendapatan
sebagai tunjukkan hidup.
Jika
dikaitkan dengan pengembangan infrastruktur teknologi informasi pada daerah,
ini masih tidak dapat dijangkau karena dalam suatu daerah, kebudayaan serta
kehidupan masyaraktnya sulit untuk diubah bahkan untuk merubah pola pikir
merekapun akan sulit karena mereka sudah diajak sejak lahir. lain halnya dengan masyrakat yang sudah
memiliki ilmu dan memiliki inisiatif untuk merubah perilaku masyarakatnya
supaya dapat menerima pengetahuan baru tentang pertumbuhan era golbalisasi saat
ini, mereka akan terbuka dengan ilmu-ilmu baru. Tapi jika merujuk pada usatu
daerah, mungkin hanya sebagian orang yang akan merasa antusias dengan teknologi
yang saat ini ada.
Kesiapa
mereka dalam menerima kehadiran infrastruktur teknologi informasi akan banyak
mengalami kendala, contohnya daerah tersebut tidak memiliki jaringan untuk
connect pada jaringan, kehalian masyarakat yang minim, serta biaya yang dibutuhkan akan besar karena ini membutuhkan
perangkat untuk membentuk infrastruktur teknologi. Hal lainnya yaitu minimnya
pengetahuan masyarat dalam pengelolaannya karena jika mengacu kepada daerah
khususnya daerah terpencil, mereka tidak tau akan adanya infrastruktur teknologi
informasi ini, dan mereka akan merasa asing mendengarnya dan sulit untuk mereka
terima.
Ini
adalah suatu kendala yang akan dihadapi. Hal terbesarnya adalah tidak adanya
program yang dijalankan oleh pemerintah untuk memberdayakan masyarakat desa
untuk mempelajari infrastruktur teknologi infomasi ini, sehingga sulit untuk
melakukan eksekusi. Jika orang-orang kota sudah tidak familiar lagi dengan
adanya 4.0 lain halnya dengan masyarakat yang berada pada daerah-daerah yang
terpencil atau daerah-daerah yang jarang menikmati internet, mereka akan asing untuk mendengar hal tersebut,
bahkan mereka tidak akan peduli jika dari orang atas saja tidak peduli dengan
mereka.
Hal
yang perlu dibenah adalah, bagaimana caranya supaya daerah-daerah yang ada
didunia khususnya Indonesia dapat memanfaatkan infrastruktur teknnologi
informasi dengan baik. Baik dari segi bersosial media maupun berbisnis. Karena
dari sini, kita dapat dipermudah untuk melakukan bisnis, tidak perlu datang
langsung, cukup dengan gadget maka semuanya akan terselesaikan, baik kerjasama
dalam berbisnis, pekerjaan yang cukup duduk akan mendatngakan uang, atau
sejenisnya, itu akan terselesaikan dengan gampangnya.
Untuk
itu diperlukan balai pemberdayaan atau pembelajaran untuk meningktakan
pengetahuan masyarakat tentang hal ini. Pemerintah seharunya turun tangan untuk
membentuk suatu balai pembelajaran atau melakukan pelatihann atau sosialiasi
terhadap perkembangan teknologi saat ini khususnya infrastruktur teknologi
informasi kepada masyarakat, memberikan arahan untuk memanfaatkan teknologi
serta memberi gambaran kapada msyarakat akan kemudahan dalam berteknologi
sehingga dapat kita katakan bahwa daerah-daerah di Indonesia sudah siap
menerima infrastruktur teknologi informasi digital bisnis karena mereka telah
mampu mengaplikasikannya dalam lingkup kerja yaitu perusahaan maupun
perorangan.
Ini
akan berimplikasi pada growth daerah tersebut. Jika sudah mampu memberlakukan
teknologi dalam lingkup kehidupannya maka APBD yang akan diperoleh akan banyak,
ini sangat membantu pemerintah untuk memperoleh APBN yang melimpah pula, yang
mana ini dapat digunakan untuk membelanjakan
anggaran untuk meningkatkan taraf masyarakatnya atau memenuhi fasilitas yang
dibutuhkan oleh masyarakat.
KESIMPULAN
Pada
era digital saat ini, atau yang disebut dengan 4.0, kita sudah memasuki era
dimana waktunya kita berleha-leha dan yang jalan itu adalah komputerisasi atau
suatu robot buatan manusia, akibatnya segala bentuk kinerja yang dibawah
naungan tangan manusia akan tersingkir sedikit demi sedikit dan akan
tergantikan oleh robot.
Dari
peparan tadi, dapat disimpulkan bahwa, dengan memanfaatkan teknologi yang
semakin canggih ini khususnya dari segi infrastruktur teknologi, akan dapat
meningkatakan perekonomian suatu daerah
dan dapat mempermudah pekerjaan mereka dalam melakukan pengimputan data
atau sejenisnya.
DAFTAR PSUTAKA
https://www.warsidi.com/2016/01/infrastruktur-teknologi-informasi-dan.html

Komentar
Posting Komentar